Ada begitu banyak jurnalis di Indonesia yang menulis, memberitakan berita dengan prinsip jurnalisme kasih. Kita bisa baca dari gaya penulisan dan pemberitaan.
Dr Rushworth Kiddler dari Institute Untuk Etika Global dalam Tema Etika Jurnalisme di Buku Etika Jurnalisme:Debat Global menjelaskan, tidak ada “hal tersendiri yang namanya etika jurnalisme” jika dibandingkan dengan etika kedokteran atau hukum. Tapi wartawan harus meliput “melalui lensa etika” tentang apa yang terjadi dalam masyarakat. Wartawan harus menggunakan bahasa etika selain bahasa sehari-hari dalam politik dan ekonomi.Mereka bukannya harus bertanya: “apakah ini berguna? atau apakah secara ekonomi ini layak?” tetapi “apakah ini benar?”
Dalam buku Shared Values for a Troubled World, Kiddler melaporkan tentang studinya di seluruh dunia mengenai nilai-nilai etika untuk menguji dalilnya bahwa ada landasan yang sama dalam etika.
Wawancaranya dengan para pemimpin 16 negara mengungkapkan serangkaian nilai ini yang hanya sedikit bervariasi dari satu negara ke negara lain, atau dari satu kebudayaan ke kebudayaan lain. Daftar ini termasuk cinta, kebenaran, kebebasan, kejujuran, kesetiakawan, toleransi, tanggungjawab, hidup.
“Di ruang redaksi, permasalahan etika menghasilkan sebuah kebuntuan antara mereka yang mengatakan, ” realistis saja, kita punya tenggat waktu dan pembaca yang harus dilayani,” dan mereka yang mengatakan,”persetan itu, ada prinsip yang dipertaruhkan di sini.” Dalam kebuntuan seperti inilah kerja etika yang nyata mulai bekerja”
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












