Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Moral Jurnalis dan Jurnalis Bermoral

Oleh Markus Makur, Anggota Forum Jurnalis Flores-Lembata (FJF-L) NTT

BIDIKNUSATENGGARA.COM |  Kali ini saya mengangkat sebuah tema yang mungkin diketahui secara luas tentang moral dan bermoral.

Saya ambil tema yang berhubungan dengan profesi kewartawanan. Profesi jurnalis.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Sebelum melanjutkan dan membahas tentang tema khusus ini tentang moral jurnalis dan jurnalis bermoral. Tentu, penulis memberikan arti apa itu moral.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya; akhlak; budi pekerti; susila.

Berangkat dari pengertian moral ini, warga masyarakat dan para ahli, filsuf selalu membahas, diskursus tentang moral yang melekat pada diri manusia, sebab hanya manusia yang mengimplementasikan moral dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak diskursus yang direfleksikan, dipahami, ditawarkan kepada manusia agar menjalankan tugas dan kerja dikawal oleh moral yang melekat pada dirinya.

Kembali kepada judul artikel ini, moral jurnalis dan jurnalis bermoral. Tentu, saya menulis artikel ini berangkat dari kegelisahan hati, jeritan hati nurani ketika saya mendengarkan perbincangan publik dengan sindiran halus dengan mengatakan, “oknum wartawan itu tidak bermoral, atau perkataan lainnya, “maunya seperti oknum wartawan itu bermoral.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung