Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Suhu Musim Dingin di Lille, Perancis

Penulis: Dagun

Reporter : Ferdy BriaEditor: FB

BIDIKNUSATENGGARA.id | Pukul 19.00 waktu setempat, saya dan istri tiba di Lille, Perancis, setelah penerbangan panjang 14 jam dari Jakarta, transit di Jeddah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Paris. Kota Lille, yang terletak di ujung utara Perancis, merupakan titik simpul penting di Eropa.

Di layar elektronik Bandara Paris, tertera tujuan kereta pukul 19.47 malam ke “Lille Europe”. Saya bertanya kepada anak kami yang menjemput, mengapa tertulis “Lille Europe”? Ia menjelaskan bahwa Lille memang merupakan hub Eropa strategis, berdekatan dengan Belanda, London, Jerman, Belgia, serta menjadi gerbang menuju Eropa Timur dan negara-negara Nordik. Sambil menunggu kereta, kami bertiga menikmati kopi dan mengamati hiruk pikuk manusia yang lalu-lalang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Saya kembali bertanya kepada anak saya mengenai banyaknya orang berkulit gelap. Ia menjelaskan bahwa mereka adalah keturunan Afrika, berasal dari bekas jajahan Perancis di benua Afrika.

Ketika kereta tiba, situasi di terminal menjadi cukup rumit. Kami membawa dua koper besar, dan naik-turun eskalator dengan koper-koper itu sungguh merepotkan. Namun, kami tidak sendirian; sebagian besar penumpang juga tampak kesulitan membawa barang bawaan mereka. Ini adalah pengalaman pertama saya melihat kondisi seperti itu.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung