Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Moral Jurnalis dan Jurnalis Bermoral

Oleh Markus Makur, Anggota Forum Jurnalis Flores-Lembata (FJF-L) NTT

Dr Ignas Kleden menganalisa pemikiran Mocthar Lubis dengan mengatakan “Semakin berani seseorang berpikir merdeka dan menggunakan akal budinya semakin dekat dia ke arah pencerahan dan semakin berhasil juga pendidikan dan pengajaran yang dialaminya. Sebaliknya semakin enggan seseorang berpikir merdeka dan takut menggunakan akal budinya secara penuh, semakin gagal juga pendidikan dan pengajaran yang pernah diperolehnya, dan semakin dalam dia terbenam dalam ketidakdewasaan yang diciptakan karena kesalahannya sendiri.

Selain itu Dalam Buku “Syukur Tiada Akhir Jejak Langkah Jakob Oetama,penyunting ST. Sularto, Pendiri Kompas Gramedia Group, (KKG), Jakob Oeatama membahasakan profesi jurnalisitik itu menghibur yang papa, mengingatkan yang mapan (Hal 149). Selain itu, Jakob Oetama menegaskan ” Jurnalisme Kepiting tetap berlaku bahkan perlu terus dikembangkan” selain itu profesi jurnalistik itu harus tahu diri, harga diri, terutama dapat dipercaya, itulah modal yang tidak lekang oleh gegap gempitanya perubahan. Modal sosial itu merupakan resultab dari karakter, integritas, dan kemampuan profesional. Selain itu, Jakob Oetama bersama media KOMPAS mengembangkan jurnalisme makna, jurnalisme fakta, jurnalisme humanis dan kini jurnalisme berkualitas di era digital.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung