Selain itu mengganggu kenyamanan dari profesi lainnya. Pada prinsipnya manusia selalu berada pada kondisi nyaman, walaupun manusia melakukan kebobrokan, ketidakadilan, rekayasa, apalagi kaum penguasa dan pengusaha.
Tidak sedikit wartawan menjadi korban pembunuhan, ketidakadilan, mendapatkan intimidasi, kriminalisasi, ancaman kekerasan, baik fisik maupun psikis.
Karena, wartawan selalu mengintip dengan ketajaman penanya untuk mengontrol, mengawasi, mengedukasi dan mewartakan informasi kepada publik dengan sudut pandang berbeda dari satu persoalan.
Wartawan Itu Petani Kata
Seorang wartawan itu selalu bermain di ladang kata, kalimat, paragraf, alinea dan menjadi sebuah berita yang dipublikasikan di media masing-masing, apalagi di era digital saat ini dan kedepannya dengan kemudahan mendirikan media online.
Seumpama seorang petani yang tidak memiliki gaji bulanan. Wartawan pun demikian di era status kontributor, wartawan lepas.
Petani bisa menghasilkan uang tiap bulan atau bahkan tiga bulan, enam bulan tergantung hasil pertanian, bahkan mungkin ada penghasilan harian dari hasil perkebunan.
Begitupun kehidupan seorang wartawan yang berstatus wartawan lepas, tergantung rajin menulis berita dan dipublikasikan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












