Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Jurnalisme Kasih

Selain itu mengganggu kenyamanan dari profesi lainnya. Pada prinsipnya manusia selalu berada pada kondisi nyaman, walaupun manusia melakukan kebobrokan, ketidakadilan, rekayasa, apalagi kaum penguasa dan pengusaha.

Tidak sedikit wartawan menjadi korban pembunuhan, ketidakadilan, mendapatkan intimidasi, kriminalisasi, ancaman kekerasan, baik fisik maupun psikis.

Karena, wartawan selalu mengintip dengan ketajaman penanya untuk mengontrol, mengawasi, mengedukasi dan mewartakan informasi kepada publik dengan sudut pandang berbeda dari satu persoalan.

Wartawan Itu Petani Kata

Seorang wartawan itu selalu bermain di ladang kata, kalimat, paragraf, alinea dan menjadi sebuah berita yang dipublikasikan di media masing-masing, apalagi di era digital saat ini dan kedepannya dengan kemudahan mendirikan media online.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi, 18 Dokter Spesialis RSUPP Betun Bagikan Ilmu Medis Terbaru

Seumpama seorang petani yang tidak memiliki gaji bulanan. Wartawan pun demikian di era status kontributor, wartawan lepas.

Petani bisa menghasilkan uang tiap bulan atau bahkan tiga bulan, enam bulan tergantung hasil pertanian, bahkan mungkin ada penghasilan harian dari hasil perkebunan.

Begitupun kehidupan seorang wartawan yang berstatus wartawan lepas, tergantung rajin menulis berita dan dipublikasikan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung