Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Jurnalisme Kasih

Selain itu saya juga menulis lepas di beberapa media online walaupun tanpa dibayar. Kecuali menjadi stringer The Jakarta Post dengan pembayaran honor berita sangat layak. Semakin banyak berita dimuat, semakin tinggi juga bayaran tiap bulan di harian berbahasa Inggris.

Selain itu, saya juga menjadi kontributor di media Ucanews.com untuk menambah penghasilan sebagai wartawan.

Sebelum bekerja di media The Jakarta Post, selama setahun saya menjadi wartawan di Kota Musamus, Merauke, Ibukota Kabupaten Merauke. Banyak kisah yang tersimpan di sanubari yang tidak saya publikasikan dan menjadi pengalaman pribadi.

Selama menjadi wartawan di Kabupaten Merauke, saya berjumpa dengan berbagai suku di Papua Selatan dengan berbagai tradisi serta berinteraksi dengan sesama wartawan yang mengabadikan hidup mereka untuk tanah Merauke.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi, Pemkab Malaka dan Kejari Belu Perbarui Kerja Sama Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

Ada hal yang penting dalam perjalanan karir sebagai jurnalis yang bermula dari Kota Merauke dengan karakter masyarakat dan budaya masyarakat setempat. Satu pesan yang disampaikan guru pertama saya sebagai jurnalis di tanah Papua yakni menulis berita dengan bahasa kasih dan humanis.

Identitas kita akan diketahui oleh pembaca dan publik dengan gaya bahasa yang halus, lembut dan mengedepankan gaya humanis.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung