Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Jurnalisme Kasih

Menempuh perjalanan jauh. Tapi, semua itu bisa dilalui dengan kekuatan kasih dan rasa syukur. Saya bersyukur dengan pilihan profesi ini. Entah sampai kapan, saya juga kurang tahu.

Wartawan Memakai Bahasa Kasih

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Wartawan memiliki tugas utama mewartakan berbagai persoalan masyarakat, kebijakan pemerintah dan sosial, politik dan ekonomi.

Baca Juga :  Malaka, Tanah Penghantar Banyak Anak Merantau, Ketika Harus Menyambut Pulang Dalam Keadaan Berbeda

Wartawan juga bekerja dengan regulasi undang-undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Tidak banyak yang ingin menjadi wartawan karena dinilai pekerjaan yang membahayakan nyawa. Bahkan ada yang bilang, wartawan itu kaum minoritas di dunia profesi dibanding profesi lainnya.

Wartawan itu meliput, menulis dan mempublikasikan berbagai profesi lainnya, tapi kadang-kadang dilupakan untuk ukuran kesejahteraan ekonominya.

Baca Juga :  Ferdinand Un Muti Pindah Jabatan Jadi Staf Ahli, Aloysius Werang Diangkat Plh Sekda Malaka

Begitu banyak persoalan dimuka bumi ini membutuhkan seorang jurnalis untuk diwartakan. Tapi, begitu seorang wartawan mengalami persoalan, semua orang dari profesi lain banyak diam, bahkan cuek. Tidak peduli. Tidak hirau. Bahkan terjadi perundungan di berbagai platform sosial media.

Wartawan itu berjuang sendirian tatkala dirundung kasus. Alasan normal yang bisa dijumpai dalam diskusi informal adalah wartawan itu selalu menggeli-gelikan kekuasaan dan profesi lainnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung