Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Jurnalisme Kasih

Selain itu Dalam Buku “Syukur Tiada Akhir Jejak Langkah Jakob Oetama,penyunting ST. Sularto, Pendiri Kompas Gramedia Group, (KKG), Jakob Oeatama membahasakan profesi jurnalisitik itu menghibur yang papa, mengingatkan yang mapan (Hal 149).

Selain itu, Jakob Oetama menegaskan ” Jurnalisme Kepiting tetap berlaku bahkan perlu terus dikembangkan” selain itu profesi jurnalistik itu harus tahu diri, harga diri, terutama dapat dipercaya, itulah modal yang tidak lekang oleh gegap gempitanya perubahan. Modal sosial itu merupakan resultab dari karakter, integritas, dan kemampuan profesional.

Selain itu, Jakob Oetama bersama media KOMPAS mengembangkan jurnalisme makna, jurnalisme fakta, jurnalisme humanis dan kini jurnalisme berkualitas di era digital.

Ada begitu banyak jurnalis di Indonesia yang menulis, memberitakan berita dengan prinsip jurnalisme kasih. Kita bisa baca dari gaya penulisan dan pemberitaan.

Wartawan Setia Kepada Akal Budi

Baca Juga :  Dr. Ajiz Djaha Soroti Kerancuan Data Pemangku Adat di Kabupaten Malaka

Seorang wartawan itu harus setia kepada akal budinya untuk melahirkan wartawan yang memiliki kedewasaan dalam mempublikasikan informasi dari masyarakat.

Ketidakdewasaan seorang wartawan apabila dia tidak setia kepada akal budinya.

Kedewasaan seorang bisa terbaca dengan karya jurnalistik dengan bahasa kasih atau menunjukkan “jurnalisme kasih”

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung