Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Merah Putih, Antara Simbol Kemerdekaan dan Tanggung Jawab Nyata

Sebuah Refleksi dihari Kemerdekaan

Reporter : Johan NenoEditor: FB

BIDIKNUSATENGGARA.id | Setiap tanggal 17 Agustus, langit Indonesia selalu diramaikan dengan kibaran bendera Merah Putih. Warna merah mengingatkan kita pada darah para pahlawan yang gugur berkorban; warna putih melambangkan kesucian cita-cita luhur bangsa. Di bawah kibaran yang gagah itu, kita berdiri tegak, menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan segenap jiwa dan semangat.

Namun, setelah upacara usai dan bendera diturunkan, ada pertanyaan sederhana yang patut kita renungkan. Apa yang telah kita perbuat bagi negeri ini sebagai anak bangsa? Dan apakah kita benar-benar merdeka di tengah realitas yang masih menyisakan luka? Kemiskinan yang belum terurai, korupsi yang masih menggerogoti, pendidikan yang tertinggal, serta sederet persoalan lain yang belum terjawab?

Kemerdekaan yang ditebus dengan pengorbanan nyawa dan cucuran keringat para pendahulu, kini berada di tangan kita, para penerus bangsa. Di antara gagahnya Merah Putih berkibar dan mimpi-mimpi besar kita, terbentang tanggung jawab yang tak boleh diabaikan. Sebab merdeka bukan sekadar bebas dari penjajah asing; merdeka juga berarti berani mewujudkan cita-cita luhur demi kemajuan negeri ini.

Baca Juga :  Khidmat dan Tertib, Kecamatan Weliman Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Tanggal 17 Agustus bukan sekadar tanggal merah di kalender tahunan. Ia adalah lonceng pengingat alarm sejarah yang memanggil kita kembali, bahwa kemerdekaan ini diraih lewat perjuangan berat, air mata, bahkan nyawa manusia.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung