Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Cerita Miris Wartawan Yang Melekat Sebagai Warga di NTT Disomasi

Menurut mantan wartawan itu, percakapan Ani Agas  dan Kapolda soal tawar menawar tanah untuk pembangunan pos polisi sangat layak untuk diberitakan maupun di diskusikan dan diperbincangkan oleh masyarakat.

“Oleh karena itu, saya kecam keras siapapun, terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur itu, yang  mau mensomasi. Somasi apa?  Itu keliru besar.  Yang benar adalah dia memberikan klarifikasi atau hak jawab atau memberikan penjelasan kalau berita itu  keliru.” Katanya

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Kata dia, tugas seorang wartawan adalah memberikan informasi kepada masyarakat bahwa ada dua pejabat publik yang sedang membicarakan kepentingan umum. Dalam hal ini adalah tanah pemerintah untuk kepentingan umum, mendukung Polri menjalankan tugasnya sesuai UU yakni melindungi, mengayomi dan menegakkan hukum.

Selain itu, Edi Hardum juga mengatakan bahwa  berita yang sudah dipublikasikan lalu disuruh untuk  dicabut atau di take down, adalah tindakan yang tidak benar dan patut dicurigai bahwa ada kepentingan tersembunyi dari percakapan tersebut.

“Itu layak diberitakan. Kalau isi pembicaraan itu kemudian disuruh cabut beritanya, di take down, itu tidak benar. Itu patut dicurigai bahwa pembicaraan itu ada tujuan yang tidak bagus, ada tujuan tersembunyi, tujuan untuk kepentingan orang tertentu atau kelompok tertentu. Itu patut dicurigai.” Ucapnya

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung