Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Rapuhnya Perjuangan SN-KT Menuju Kabupaten Malaka Yang Berswasembada Pangan

Oleh: Bonifasius Atolan, Wartawan Radar Malaka

Pendistribusian dan pemanfaatan Alsistan milik Pemda Malaka juga terkesan hanya melayani kebutuhan Tim Sukses dan bukan kebutuhan masyarakat seutuhnya. Terbukti, sebagian besar Alsistan tersebut rusak di tangan para tim sukses. Padahal Alsistan tersebut dibeli dengan uang rakyat, bukan dengan uang tim sukses. Asset-aset tersebut tampak tercecer di berbagai pelosok wilayah Malaka, menyusuri rumah atau lahan para Tim Sukses SN-KT. Seharusnya alat-alat tersebut digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan tim sukses.

Dari hasil penelusuran penulis, di tahun 2021 terdeteksi ada 4 unit tractor roda empat dan 1 unit excavator serta 1 unit truck berwarna putih milik Distan Malaka diberikan oleh Plt. Kadis Pertanian Malaka kepada seorang pengusaha di desa Lorotolus. Alat-alat tersebut diduga diserahkan kepada pengusa tersebut tanpa ada ikatan perjanjian apapun, seakan Alsistan tersebut adalah barang milik pribadi. Menurut informasi sumber terpercaya, satu unit excavator dimaksud saat ini sedang dikelola oleh seorang anggota DPRD Malaka yang adalah anggota keluarga Kadistan Malaka saat ini. Alat tersebut dioperasikan pertama di Desa Klese Leon dan Motaulun serta di kebun pribadi milik Kepala Dinas Pertanian Malaka. Sumber yang sama juga menyebut, bahwa alat ini beroperasi dengan biaya Bahan Bakar Minyak dan biaya perbaikan dari Dinas Pertanian.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung