Dari sejumlah paparan persoalan factual tersebut, maka dapat dikatakan mimpi dan upaya SN-KT untuk Malaka yang berswasembada pangan dan mandiri serta sejahtera, ibarat membangunan istana di atas pasir yang tidak pernah jadi-jadi. Perencanaan program dan implementasinya juga ibarat jauh panggang dari pada api, karena management dan kualitas mental kerja sumber daya manusia di sekeliling SN-KT kurang mendukung mimpi besar SN-KT.
Kondisi demikian meneguhkan pendirian penulis, bahwa mimpi swasembada pangan yang digaungkan SN-KT sejak awal kampanye hingga tiga tahun kepemimpinannya hanya sekedar kemasan program dan janji tanpa perencanaan yang matang dan tanpa didukung sumber daya yang memadai dalam implementasinya. Bahkan tidak menambah apa-apa bagi terciptanya keberlanjutan ketersediaan pangan bagi masyarakat Malaka.
Artinya, sesungguhnya tanpa kehadiran program swasembada pangan dari SN-KT pun, masyarakat dengan kearifannya dan upayanya tetap dapat mengakses pangan, makan dan hidup. Jadi, masyarakat tidak perlu diakal-akali dengan sabda bahagia kelimpahan pangan, tetapi faktanya tetap lapar karena kekurangan pangan. Lapar karena hak mereka tidak disalurkan secara tepat oleh orang yang jujur dan tepat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












