”Bagian Rapuh Mimpi SN-KT Menuju Swasembada Pangan”
Walau demikian capaian SN-KT, jalannya implementasi program swasembada pangan SN-KT tidak luput dari berbagai persoalan serius, yang ibarat noda hitam merusak niat murni atau cita-cita luhur SN-KT, dan bahkan menghambat mimpi SN-KT untuk menjadikan Malaka mandiri secara pangan.
Pertama, terbatasnya dukungan infrastruktur pertanian yang menunjang produksi petani seperti irigasi, benih dan pupuk serta alat dan mesin pertanian. Pemda Malaka saat ini mengoptimalkan produksi melalui peningkatan luas tanam tanpa memperhatikan ketersediaan sumber daya air, sehingga masyarakat petani mengalami kekurangan air untuk mengolah lahan pertaniannya.
Masyarakat petani juga masih mengalami persoalan kekurangan dan ketidaktersediaan bibit/benih berkualitas baik padi dan jagung maupun kacang-kacangan. Hal ini terjadi, karena pemerintah tidak pernah mempersiapkan penangkar benih di daerah sendiri, tetapi cenderung membeli dari daerah lain. Hal inilah yang akan menciptakan potensi persoalan baru yaitu korupsi kolusi dan nepotisme antara supplier alat dan obat-obatan pertanian dengan pemilik proyek. Lebih dari itu, benih yang akan didistribusikan ke petani bisa saja merupakan benih dengan kualitas produksi yang rendah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












