Politik SNKT belum mencerminkan apa yang sesungguhnya terjadi, tetapi apa yang tampaknya saja. Politik SNKT masih berkutat dengan hal-hal yang bersifat aksidental, dan belum mencapai yang substansial yakni yang menyiratkan kebenaran. Implikasinya, bahwa politik bukan lagi soal kebenaran, melainkan soal pendapat, dan penampakan yang sering kali menutupi kebenaran itu sendiri. Soal suksesnya swasembada pangan bukan lagi pada soal banyaknya pendapat yang dikemukakan. Soal berhasilnya swasembada pangan bukan letaknya pada narasi-narasi berbau pujian dari beberapa pihak terkait progres atau capaian kerja SNKT. Tetapi, letaknya pada tindakan nyata, atau kerja nyata, kerja cerdas, dan kerja tuntas, membuktikan diri, mencapai kebenaran, yakni kebenaran bahwa rakyat Malaka akan sejaterah dengan program swasembada pangan ini.
Dalam kaitan dengan ini, fenomena naiknya harga beras di pasaran, tidak bisa dianggap hal sepele oleh pemerintahan SNKT. Sebab, hal ini bertalian langsung dengan program unggulan brand ‘beras nona Malaka’. Di samping itu, masalah kenaikan harga beras di pasaran, menjadi bukti bahwa ternyata di Malaka walaupun sudah ada brand ‘beras nona Malaka’ namun daerah ini, masih mengalami persoalan ketersediaan pangan, serta masalah pemasaran pangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












