Semua hal ini, perlu disadari, diatensi, dan ditindaklanjuti SNKT lewat kerja nyata, kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas di lapangan. Bukan sebaliknya, hanya menjadi dialektika atau diskursus sosial semata, tanpa aksi nyata di lapangan, atau hanya bersifat pujian semata . Masyarakat Malaka, khusus para petani di tengah situasi dan kondisi atau iklim, hujan tahunan yang mendukung, serta memasuki musim tanam kedua tentu, membutuhkan karakter pemimpin yang siap bekerja nyata demi mewujudkan keberhasilan program swasembada pangan ini seperti brand ‘beras nona Malaka’ dan ‘fore lakateu’. Semua ini tentu hanya bisa tercapai, tergantung pada prioritas kebijakan publik yang diambil, serta konsep politik sang pemimpin.
Politik SNKT adalah politik yang berpihak pada rakyat, khusus para petani. Politik SNKT merupakan politik yang bersifat kepedulian sosial. Bahwasannya, SNKT lahir sebagai pemimpin karena murni perjuangan rakyat, yakni koalisi kerakyatan. Oleh karena itu, menjadi hal yang mutlak sekaligus tanggung jawab moril bahwa SNKT harus memiliki komitmen yang teguh memperjuangkan, wewujudnyatakan program swasembada pangan demi kesejahteraan hidup rakyat Malaka. Sebaliknya, bukan hanya pintar bersilat lidah di berbagai media, atau mengumbar janji manis pada berbagai kesempatan, semisal tayangan podcast di berbagai media seperti Youtobe.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












