Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Pers Yang Sehat dan Berkualitas

Apa yang saya sampaikan itu, moderator memberikan kesempatan kepada pembicara kedua yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Boni Hasudungan dengan menyampaikan bahwa kebebasan untuk mendapatkan data dari beberapa dinas sangat terbuka di Manggarai Timur.

Trauma Terhadap Dampak Pemberitaan Media Massa

Hasudungan dalam diskusi itu menerangkan dirinya pernah mengalami dampak pemberitaan yang kurang akurat dalam media online. Bahkan, ia merasakan trauma dari pemberitaan tersebut tanpa mempertimbangkan dari sisi dampak sosialnya.

“Disini saya pernah melakukan klarifikasi terbuka terhadap dampak dari pemberitaan itu.Wartawan tidak pernah mempertimbangkan dampak publik dari berita itu. Hal-hal semacam itu berdampak luas di level birokrasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Rakyat, Ketua DPRD Malaka Soroti Perbaikan Jalan Leunklot-Wekmidar

Menurutnya, wartawan profesional harus memiliki data akurat, fakta dan berimbang dalam pemberitaan supaya tidak merugikan orang lain. Dulu saya sangat merdeka dan tidak menutup diri terhadap wartawan. Tapi, sejak peristiwa itu, dan hampir enam bulan, dirinya kurang respons dengan pesan whatsapp. Bukan berarti ia menutup diri terhadap wartawan.

“Untuk itu dirinya menggunakan media prokopim untuk menyampaikan informasi birokrasi kepada publik. Sesungguhnya itu bukan sikap saya, tetapi saya harus lakukan untuk keberimbangan informasi. Selanjutnya, saya suka diwawancara langsung dengan bertatapan muka supaya antara wartawan dan saya tahu informasi sesungguhnya,” ujarnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung