Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Perempuan Dibungkam Berpolitik

Markus Makur, Rosis Adir dan Damianus Babur, tiga wartawan yang terlibat diskusi lepas itu menyatakan bahwa hasil pengamatan lapangan dan fakta bahwa setiap kali ada hayatan Pemilihan Umum Legislatif,.Partai Politik sangat sulit mencari bakal calon legislatif dari kaum perempuan. Itu disebabkan, kurangnya kader perempuan di dalam sebuah organisasi Partai Politik. Bahkan, kaum perempuan sangat minim menjadi pengurus Partai Politik,.tentu dengan berbagai pilihan masing-masing. Kami selalu berdiskusi di Komunitas Cenggo Inung Online (CIKO) Manggarai Timur tentang hak-hak perempuan dalam berpolitik. Mengapa perempuan tidak tertarik dalam politik praktis dan bergabung di organisasi Partai Politik.

Baca Juga :  Uji Tanding Terakhir PS Malaka U15, Siap Berlaga di Piala Soeratin 2026

Hal-hal ini sebaiknya diperbincangkan secara terus menerus dengan melibatkan kaum perempuan agar mereka berani bergabung di organisasi partai politik. Sebaiknya pikiran dan hati perempuan diisi dengan teori-teori politik agar memiliki pemahaman tentang politik praktis yang juga merupakan hak mereka (perempuan)

Politik itu Jalan Keselamatan

Dalam buku Menggereja di Indonesia Percikan Kekatolikan Sekarang, Prof Dr Franz Magnis-Suseno, SJ halaman 41 mengatakan, perlu diperhatikan, bahwa demokrasi tidak berarti bahwa kita memilih yang terbaik, melainkan, kalau kita berpendapat bahwa semua calon buruk, kita memilih yang kurang buruk di antara mereka yang buruk itu.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung