Markus Makur, Rosis Adir dan Damianus Babur, tiga wartawan yang terlibat diskusi lepas itu menyatakan bahwa hasil pengamatan lapangan dan fakta bahwa setiap kali ada hayatan Pemilihan Umum Legislatif,.Partai Politik sangat sulit mencari bakal calon legislatif dari kaum perempuan. Itu disebabkan, kurangnya kader perempuan di dalam sebuah organisasi Partai Politik. Bahkan, kaum perempuan sangat minim menjadi pengurus Partai Politik,.tentu dengan berbagai pilihan masing-masing. Kami selalu berdiskusi di Komunitas Cenggo Inung Online (CIKO) Manggarai Timur tentang hak-hak perempuan dalam berpolitik. Mengapa perempuan tidak tertarik dalam politik praktis dan bergabung di organisasi Partai Politik.
Hal-hal ini sebaiknya diperbincangkan secara terus menerus dengan melibatkan kaum perempuan agar mereka berani bergabung di organisasi partai politik. Sebaiknya pikiran dan hati perempuan diisi dengan teori-teori politik agar memiliki pemahaman tentang politik praktis yang juga merupakan hak mereka (perempuan)
Politik itu Jalan Keselamatan
Dalam buku Menggereja di Indonesia Percikan Kekatolikan Sekarang, Prof Dr Franz Magnis-Suseno, SJ halaman 41 mengatakan, perlu diperhatikan, bahwa demokrasi tidak berarti bahwa kita memilih yang terbaik, melainkan, kalau kita berpendapat bahwa semua calon buruk, kita memilih yang kurang buruk di antara mereka yang buruk itu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












