Dari awal penciptaan, perempuan itu setara dengan laki-laki, bahkan sesudah diciptakan langsung bisa jalan, berbicara dan berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Bahkan hidup sekamar dengan laki-laki.Tidur horizontal. Sejajar. Selevel. Setara. Sederajat.Kenyataannya laki-laki lebih mendominasi dalam berpolitik. Sejak saat itu kaum perempuan diatur untuk mengurus hal-hal domestik di dalam keluarga. Perempuan diciptakan sederajat dengan laki-laki karena memiliki hak yang sama sebagai makhluk berpikir. Fakta berbicara bahwa laki-laki bisa jatuh karena daya pikat tubuh perempuan. Dan laki-laki bisa bertekuk lutut dari rayuan seorang perempuan. Bukti sejarah sudah membuktikan bahwa Adam jatuh karena rayuan dari Hawa, yang merupakan pasangan hidupnya.
Dari fakta sejarah, perempuan selalu dipinggirkan dari berbagai urusan, lebih khusus berpolitik. Suara perempuan dibungkam di masa lalu dengan tidak mengijinkan anak perempuan untuk mengenyam pendidikan. Tapi, semua itu perlahan-lahan dikikis habis saat perempuan memiliki kebebasan yang setara dengan kaum laki-laki untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Budaya patrilineal yang membungkam hak perempuan perlahan-lahan dikritisi oleh kaum perempuan sehingga muncul perjuangan kesetaraan gender.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












