Era Kolaborasi Pekerja Pers
Penulis berpendapat, era digital saat ini dengan kemudahan untuk mengontrol dan mengawasi kerja jurnalistik serta memperkuat karya liputan serta melindungi pekerja pers dimulai suatu kebiasan baru dengan karya kolaboratif lintas pekerja pers serta perusahaan pers.
Membangun jejaring kolaboratif dengan mengangkat isu kebobrokan pembangunan dan ketidakadilan sosial dibutuhkan kekuatan antara sesama pekerja pers dan perusahaan pers yang berpihak pada kebenaran dan keadilan sosial agar kaum penguasa dan kaum kapital dalam perusahaan pers tidak semena-mena membungkam, serta mengungkung kebebasan berekspresi sebab kaum penguasa dan kaum kapital perusahaan pers hanya mementingkan langgengnya kekuasaan dan untuk perusahaan pers berlipat ganda nilai kapital dalam perusahaan. Sesungguhnya perusahaan pers tahu bahwa pekerja pers adalah aset dan ada nilai kapital yang searah dengan visi dan misi perusahaan pers tersebut.
Seandainya kaum penguasa tidak diawasi, tidak dikontrol dan tidak dikritik maka kaum penguasa itu akan menerapkan kebijakan pembangunan yang mengorbankan rakyat serta bersifat otoriter.
Santo Fransiskus de Sales, Pelindung Para Penulis dan Jurnalis
FRANSISKUS de Sales dilahirkan di kastil keluarga de Sales di Savoy, Perancis, pada tanggal 21 Agustus 1567. Keluarganya yang kaya membekalinya dengan pendidikan yang tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












