BIDIKNUSATENGGARA.id | Lebih dari dua tahun setelah diresmikan dengan harapan menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan warga pedalaman Malaka, Rumah Sakit Pratama (RSP) Wewiku kini hanya menjadi bangunan hantu. Berbiaya pembangunan mencapai Rp44,95 miliar dari Dana Alokasi Khusus APBN 2023, fasilitas ini tidak pernah beroperasi satu hari pun, sementara kasus dugaan korupsi yang menyertainya kini seolah dikubur dalam-dalam.
Tim wartawan bidiknusatenggara.id melakukan pantauan langsung ke lokasi di Desa Lamea, tepat di belakang Kantor Kecamatan Wewiku, pada Kamis siang, (30/7/2026). Pemandangan yang ditemui sungguh bertolak belakang dengan nilai investasi yang ditanamkan uang rakyat.
Seluruh pagar pembatas kawasan sudah hilang tak berbekas. Halaman depan, sisi kiri, kanan hingga bagian belakang gedung tertutup semak belukar dan rumput liar yang setinggi orang dewasa, seolah lokasi ini sudah ditinggalkan puluhan tahun.
Kondisi bangunan penunjang paling memprihatinkan. Ruang genset dan ruang instalasi air mengalami kerusakan. Pintu besi sudah hancur, unit pompa air terlihat rusak permanen, dan kabel-kabel instalasi penting banyak yang hilang diduga dicuri.
Pada gedung utama, plafon di bagian depan sudah berlubang besar dan lapuk terkena air hujan. Semak belukar bahkan tumbuh merambat hingga menyentuh dinding bangunan. Tim tidak dapat memeriksa kondisi bagian dalam gedung karena seluruh pintu akses terkunci rapat, dan tidak ada petugas yang ditemui di lokasi untuk dimintai keterangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












