Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Pilkada Damai, Demokrasi Sehat

Oleh: Johnta (Tokoh Pemuda, Asal Lakekun)

Dengan demikian, tidak akan ada sebutan atau julukan wartawan berjiwa tim sukses (timses), atau wartawan sebutan jubir, oleh karena produk berita yang dihasilkan serba makan puji, alias Asal Bapak Senang (ABS).

Kelima, kita juga mengharapkan kehadiran Tokoh Agama, dan Tokoh Adat yang selalu setia menjaga nilai-nilai agama, dan nilai-nilai adat, yang berdampak pada lahirnya semangat persatuan, dan persaudaraan. Bukan sebaliknya, para Tokoh Agama, dan Tokoh adat tampil sebagai nabi palsu, penuh dengan intrik, dalam mengintimidasi sesama demi kepentingan politik. Keberadaan Tokoh Agama dan Tokoh Adat, tidak boleh terlena dengan pola-pola politik intimidatif, yang justru memecah bela, dan mengadu domba masyarakat akar rumput, oleh karena fanistime pilihan atau dukungan politik terhadap figur tertentu.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Terakhir Tokoh Pemuda. Tidak ketinggalan, kiprah orang muda, khusus kaum intelektual dalam hajatan Pilkada 2024. Orang muda harus memperlihatkan narasi-narasi politik yang santun, dalam diskursus sosial. Orang muda harus berada di garda depan dalam menyuarakan perdamaian, dan persaudaraan di tengah masyarakat. Bukan sebaliknya, tampil sebagai provokator dalam memecah bela semangat persaudaraan, hanya karena perbedaan kepentingan politik. **

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung