Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Perjumpaan Dua Insan Pers Dengan Secangkir Kopi Pait di Kota Dingin Ruteng

Markus Makur, Jurnalis Manggarai Timur, Flores, NTT

Awalnya saya menceritakan tentang Kampung Romang. Gayung bersambut, ia menanyakan masa pendidikan saya di waktu Sekolah Menengah Pertama. Saya menjawab pertanyaan itu bahwa saya adalah alumni SMPN Pacar. Sontak ia mengatakan ia juga alumni pertama SMPN Pacar, berawal dari SMP Gotong Royong. Perjumpaan alumni yang tak terduga terjadi di Kota dingin Ruteng karena kopi Manggarai. Karena Kopi mempertemukan kami dalam suasana kekeluargaan, bahkan sesama alumni dalam satu lembaga pendidikan.

Baca Juga :  Sesuai Kuasa Bupati, Wakil Bupati Henri Melki Simu Lantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selanjutnya ia bertanya mengapa adik tidak sekolah di SMPK Sadar Ranggu dan SMPK Kemasyarakatan Ndoso. Saya jawab, saat itu orangtua saya mencari sekolah yang murah yakni SMPN Pacar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Kemudian ia menceritakan potensi pariwisata di Kampung Romang yang sangat banyak. Infrastruktur tidak mendukung obyek pariwisata di Kampung tersebut.

Baca Juga :  Sesuai Kuasa Bupati, Wakil Bupati Henri Melki Simu Lantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Berikutnya ia mengisahkan masa kecilnya. Orangtuanya guru. Namanya Almarhum Yan Oja, Asal Kampung Wontong, Rego, Kecamatan Masang Pacar. Ia lahir di Kampung Lando. Orangtua mengajar di SDK Lando. Kemudian pindah ke SDK Hita. Dan pindah lagi di SDK Bari. Dari satu sekolah ke sekolah lain ditempuh dengan jalan kaki. Masa itu sangat sulit. Dari Bari, ia mendaftarkan diri di SMPN Pacar. Nama awalnya SMP Gotong Royong. SMPN Pacar merupakan sekolah negeri pertama di wilayah Kecamatan Kuwus. Waktu itu Bari masuk di wilayah Perwakilan Kecamatan Kuwus.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung