Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Perjuangan Para Pemulih Martabat Manusia di NTT, Berjalan Kaki Demi Berjumpa Dengan Kaum Terpasung

Oleh: Markus Makur, Koordinator Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Sehat Jiwa Manggarai Timur

Semua tiba di pondok tersebut. Saat kami masuk. Hati kami seperti teriris dengan apa yang dialami penderita tersebut yang dua tangan dipasung dengan balok tebal. Betapa berat penderitaannya. Ia berjalan kemana-mana dengan tangannya dipasung.
Penderita itu duduk didalam rumah berlantai tanah. Didampingi kakak Ipar yang sehari-hari memberi dia makan.
Sebagaimana penuturan Kakak Ipar dan warga setempat, si penderita sudah menikah. Istrinya sudah pulang ke kampung orang tua di salah satu kampung di Kabupaten Manggarai Barat.

Sebelum si penderita sakit gangguan jiwa, ia menjadi warga translok di salah satu wilayah di Kabupaten Manggarai. Kurang lebih lima tahun, ia mengalami derita gangguan jiwa hingga akhirnya dua tangan dipasung dengan balok tebal.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!
Dari kiri ke kanan-seorang warga Penyandang disabilitas mental di pondok sawah Liling, Kamupung Wae Dangka, Desa Racang Welak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat disapa oleh Ketua KKI Peduli Sehat Jiwa NTT, Pater Avent Saur, SVD. Rabu, (21/6/2023). (DOK/KKI Matim/Markus Makur)

Mendengarkan cerita dari kakar Ipar dan warga setempat, Pater Avent memberikan sosialisasi kesehatan jiwa dan peneguhan iman. Selain itu, Pater meminta kakak Iparnya agar adik Iparnya itu rutin minum obat. Proses pemulihan bagi pasien itu hanya dengan minum obat rutin.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung