Semua tiba di pondok tersebut. Saat kami masuk. Hati kami seperti teriris dengan apa yang dialami penderita tersebut yang dua tangan dipasung dengan balok tebal. Betapa berat penderitaannya. Ia berjalan kemana-mana dengan tangannya dipasung.
Penderita itu duduk didalam rumah berlantai tanah. Didampingi kakak Ipar yang sehari-hari memberi dia makan.
Sebagaimana penuturan Kakak Ipar dan warga setempat, si penderita sudah menikah. Istrinya sudah pulang ke kampung orang tua di salah satu kampung di Kabupaten Manggarai Barat.
Sebelum si penderita sakit gangguan jiwa, ia menjadi warga translok di salah satu wilayah di Kabupaten Manggarai. Kurang lebih lima tahun, ia mengalami derita gangguan jiwa hingga akhirnya dua tangan dipasung dengan balok tebal.

Mendengarkan cerita dari kakar Ipar dan warga setempat, Pater Avent memberikan sosialisasi kesehatan jiwa dan peneguhan iman. Selain itu, Pater meminta kakak Iparnya agar adik Iparnya itu rutin minum obat. Proses pemulihan bagi pasien itu hanya dengan minum obat rutin.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












