Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Penjelasan Resmi Bupati Malaka Terkait Tuntutan Aksi Damai Mahasiswa PMKRI

Reporter : Ferdy BriaEditor: Fb

Jumlah yang akan diangkat akan sama, bahkan pemerintah akan meminta DPRD untuk menambah jumlah sesuai dengan kebutuhan daerah agar dapat segera melayani kebutuhan masyarakat dalam berbagai posisi, seperti sopir ambulans, sopir mobil operasional, penjaga kantor, penjaga sekolah, petugas kebersihan di kota dan desa, guru, serta tenaga kesehatan, yang akan direkrut sesuai dengan kebutuhan daerah.

Baca Juga :  Menuju Level Madya, Tim Ahli RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Ukur Kesiapan RSUPP Betun untuk Pelayanan Kanker

Oleh karena itu, tidak perlu panik atau mencurigai bahwa SBS-HMS tidak akan mengurus rakyat. Minimal, jumlah yang diberhentikan akan diambil kembali sesuai dengan jumlah yang sama, walaupun mungkin dengan orang yang berbeda sesuai kebutuhan daerah.

Sementara itu, berkaitan dengan pembekuan Teda, SBS-HMS menyatakan keheranannya, mengingat pada tahun 2021 terdapat 3.388 orang yang dibekukan, yang semuanya adalah anak-anak Malaka. Saat itu, tidak ada satupun yang bergerak untuk membela mereka yang dibekukan. Pertanyaannya, di mana pembimbing dan aktor intelektualnya? SBS-HMS belum sebulan menjabat, mereka sudah mendapatkan reaksi seperti begini.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Malaka Resmi Selenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2026

SBS-HMS mengimbau agar tidak mewarisi sifat kolonial yang hanya mengadu domba rakyat. Sebaliknya, mari kita bersatu untuk mengurus rakyat, karena rakyat membutuhkan perhatian dan uluran tangan pemerintah sesuai dengan kewenangan Bupati dan DPRD serta seluruh Perangkat Daerah di Malaka.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung