Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Diduga Ada Oknum Pendamping PKH Nakal, Dinsos Malaka Akan Turun Tangan

BIDIKNUSATENGGARA.COM | Petugas Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Kobalima diduga terlibat dalam praktik korupsi dengan seorang penerima PKH untuk menerima suap, yang merugikan negara dan masyarakat penerima manfaat. Pada Selasa, (24/12/2024), terjadi masalah serius dalam distribusi bantuan yang dibagikan oleh petugas di Kantor Desa Litamali, yang memerlukan perhatian dari Dinas terkait.

Baca Juga :  Penandatanganan MoU Sukses Dilakukan, RSUPP Betun Jadi Mitra Pendampingan RSUP Ngoerah

Dugaan keterlibatan petugas Kecamatan, Ibu Yeni, dalam penyalahgunaan ini mengejutkan banyak pihak. Berdasarkan informasi yang beredar, mereka diduga secara ilegal memberikan uang bantuan PKH milik David Gusmao kepada orang lain, yaitu Ermelinda Aek, yang tidak berhak menerima bantuan.

Situasi ini tidak hanya merugikan David, tetapi juga berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah yang dirancang untuk membantu keluarga kurang mampu.

David Gusmao, serta seorang warga Desa Rainawe yang terdaftar di Kemensos sebagai penerima PKH, kini tidak bisa menerima bantuan yang seharusnya menjadi haknya, akibat tindakan petugas tersebut.

Baca Juga :  Kepala Puskesmas Betun Diduga Mencatut Nama Sekretaris Dinkes Malaka untuk Tutupi Anggaran Dana BOK

Dalam insiden yang sangat merugikan ini, petugas PKH Yeni diduga memberikan uang sebesar Rp. 1.200.000 (satu juta dua ratus ribu rupiah) kepada Linda Aek, yang bukan hanya tidak terdaftar sebagai penerima, tetapi juga diduga telah berkali-kali mengambil hak David.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung