Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

RASUL PERDAMAIAN DARI ALPEN SWISS (Mengenang Santu Klaus & Mengapresiasi P. Ernst Waser SVD)

Stefanus Wolo Pr, Imam Projo KAE Misionaris Fidei Donum Di Keuskupan Basel Swiss 

Sejak 15 Maret 1977, Ernst Waser tinggal di bumi Congkasae Manggarai Flores. Ernst rela meninggalkan “negara serba ada” Swiss dan hidup di Wangkung sana. Ernst adalah tanda berkat dari Swiss untuk bumi Flores. Ernst adalah “Pontifex atau Jembatan” antara Swiss-Flores. Jembatan yang menyalurkan gagasan, orang-orang Swiss dan miliaran rupiah untuk Flores barat hingga Lembata.

Selama 44 tahun Ernst sudah berbuat banyak. Ia membangun rumah ibadat, gereja dan mesjid. Dia membangun lembaga pendidikan, tempat pelatihan dan bengkel pertukangan. Dia membangun infrastruktur jalan, jembatan dan air minum bersih. Ernst membantu anak-anak susah untuk menikmati pendidikan yang lebih baik.

Menarik bahwa Ernst memberikan Santu Klaus sebagai pelindung gereja dan lembaga pendidikan. Satu kesempatan saya pernah bertanya pada beliau: “Mengapa Pater memilih Santu Klaus sebagai pelindung paroki dan lembaga-lembaga pendidikan?”

Ernst katakan bahwa sejak 1977 Ernst tinggal di wilayah konflik. Dia sangat percaya pada doa dan perlindungan Santu Klaus. Santu Klaus mendamaikan dan membebaskan umat parokinya dari konflik.

Baca Juga :  Sesuai Kuasa Bupati, Wakil Bupati Henri Melki Simu Lantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Di bumi Congkasae umat Islam dan Katolik hidup bersama secara berdampingan. Ernst percaya bahwa Santu Klaus akan merawat kerukunan antar agama. Ernst juga memilih Santu Klaus sebagai pelindung sekolah-sekolahnya. Ernst ingat akan Kolese Santu Fidelis Stans yang telah mengutus dia mengikuti kanonisasi Santu Klaus di Roma tahun 1947.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung