Sejak 15 Maret 1977, Ernst Waser tinggal di bumi Congkasae Manggarai Flores. Ernst rela meninggalkan “negara serba ada” Swiss dan hidup di Wangkung sana. Ernst adalah tanda berkat dari Swiss untuk bumi Flores. Ernst adalah “Pontifex atau Jembatan” antara Swiss-Flores. Jembatan yang menyalurkan gagasan, orang-orang Swiss dan miliaran rupiah untuk Flores barat hingga Lembata.
Selama 44 tahun Ernst sudah berbuat banyak. Ia membangun rumah ibadat, gereja dan mesjid. Dia membangun lembaga pendidikan, tempat pelatihan dan bengkel pertukangan. Dia membangun infrastruktur jalan, jembatan dan air minum bersih. Ernst membantu anak-anak susah untuk menikmati pendidikan yang lebih baik.
Menarik bahwa Ernst memberikan Santu Klaus sebagai pelindung gereja dan lembaga pendidikan. Satu kesempatan saya pernah bertanya pada beliau: “Mengapa Pater memilih Santu Klaus sebagai pelindung paroki dan lembaga-lembaga pendidikan?”
Ernst katakan bahwa sejak 1977 Ernst tinggal di wilayah konflik. Dia sangat percaya pada doa dan perlindungan Santu Klaus. Santu Klaus mendamaikan dan membebaskan umat parokinya dari konflik.
Di bumi Congkasae umat Islam dan Katolik hidup bersama secara berdampingan. Ernst percaya bahwa Santu Klaus akan merawat kerukunan antar agama. Ernst juga memilih Santu Klaus sebagai pelindung sekolah-sekolahnya. Ernst ingat akan Kolese Santu Fidelis Stans yang telah mengutus dia mengikuti kanonisasi Santu Klaus di Roma tahun 1947.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












