Setiap hari dia hanya merenung, berdoa, ekaristi dan berpuasa. Dia punya satu doa dan kemudian menjadi lagu terkenal. “Mein Herr und mein Gott, nimmt alles von mir, was mich hindert zu dir. Mein Herr und mein Gott, gib alles mir, was mich führet zu dir. Mein Herr und mein Gott, o nimm mich mir und gib mich ganz zu Eigen dir”.
Artinya “Tuhanku dan Allahku, ambilah segala sesuatu yang menjauhkan aku dari padaMu. Tuhanku dan Allahku, berilah semua yang kuperlukan untuk menjumpai engkau. Tuhanku dan Allahku, terimalah diriku dan jadikanlah aku milikMu”.
Selain berdoa dan berpuasa Niklaus adalah penasihat spiritual. Dia menasihati orang-orang sekampung dan se kanton. Dia menasihati beberapa kepala negara Eropa. Dia juga menasihati agar bangsa Swiss bersatu dan berdamai.
Tahun 1477-1481 terjadi banyak konflik di Swiss. Konflik antara kanton-kanton perkotaan seperti Luzern, Bern, Zürich dan kanton-kanton pedesaan seperti Uri, Schwyz, Unterwalden, Glarus dan Zug.

Kanton-kanton kota dipimpin oleh segelintir kaum oligarki kaya. Kanton-kanton desa tidak menyetujui sistem pemerintahan oligarki. Pembagian tanah dan kekayaan hasil perang juga memicu konflik. Konflik juga berkaitan dengan pro kontra bergabungnya kanton Solothurn dan Fribourg ke dalam konfederasi Swiss.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












