Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

RASUL PERDAMAIAN DARI ALPEN SWISS (Mengenang Santu Klaus & Mengapresiasi P. Ernst Waser SVD)

Stefanus Wolo Pr, Imam Projo KAE Misionaris Fidei Donum Di Keuskupan Basel Swiss 

Mereka menyelenggarakan beberapa kali pertemuan di Stans, Zofingen dan Zug. Desember 1481 mereka melakukan pertemuan terakhir di Stans. Mereka menemui jalan buntu. Konfederasi Swiss terancam runtuh. Pada tanggal 21 Desember, pastor paroki Stans Heimo Amgrund pergi menjumpai Niklaus di pertapaan Ranft. Dia meminta nasihat Niklaus.

Melalui Pater Heimo, Niklaus menasihatkan semua peserta untuk tenang dan bersabar. Dia meminta mereka menghindari konflik dan menemukan jalan damai. Ia meminta mereka untuk menerima kanton Solothurn dan Fribourg bergabung dalam konfederasi Swiss. “Jagalah persatuan negara dan usahakanlah perdamaian”, kata Niklaus.

Para peserta pertemuan menerima baik nasihat Niklaus. Mereka sepakat menandatangani Dekrit Stans tanggal 22 Desember 1481. Dekrit itu mengatur hukum pertanahan, peran keluarga oligarki dan perjanjian damai Swiss. Mereka berjanji untuk hidup damai sebagai negara konfederasi. Di sini Niklaus tampil sebagai “Rasul Perdamaian” bangsa Swiss.

Baca Juga :  Sesuai Kuasa Bupati, Wakil Bupati Henri Melki Simu Lantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Niklaus meninggal 21 Maret 1487 di rumah pertapaannya dan dikuburkan di gereja tua Sachseln. Pada 28 Agustus 1679 peti mati dan tulang belulangnya dipindahkan ke gereja baru Sachseln. Letaknya persis di bawah altar gereja Sachseln saat ini.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung