Mereka juga keluarga katolik yang taat. Niklaus tidak memperoleh pendidikan formal. Dia tidak bisa membaca dan menulis. Setiap malam orang tuanya selalu menceriterakan kitab suci dan sejarah pada Niklaus. Sang ibu berharap agar Niklaus kelak menjadi imam.
Petani terpandang, pemuka kampung dan imam atau hidup membiara adalah cita-cita bergengsi jaman itu. Pemuka kampung menguasai sosial politik. Petani menguasai urusan perut. Imam atau biarawan menguasai literasi dan kebajikan hidup.
Niklaus hidup pada masa perang. Pada usia 15 tahun dia sudah pandai bermain pedang. Tahun 1440-1444 dia terpilih sebagai komandan pasukan tempur di Zürich. Ibunya bangga karena Niklaus juga berjiwa patriotik. Karena kebijaksanaannya, Niklaus kemudian terpilih menjadi dewan pemerintah, hakim kanton dan anggota parlemen.
Sang ibu tetap berharap agar Niklaus menjadi imam. Tapi harapan itu pupus karena Niklaus menikahi Dorothea Weiss tahun 1447. Mereka membangun rumah sendiri dan dikaruniai 10 anak, 5 puteri dan 5 putera.
Niklaus adalah petani yang ulet. Dia juga bapak keluarga yang tekun berdoa. Dia berdoa di rumah dan sering sendirian ke atas bukit Ranft. Dia juga berpuasa setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu. Sudah ada pratanda bahwa Niklaus ingin menjalani hidup khusus.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












