Warga mengaku telah mendapatkan kabar bahwa nama mereka terdaftar sebagai penerima bantuan PKH dari pendamping PKH, namun undangan pencairan bantuan tak kunjung diterima.
Sesuai dengan pengaduan masyarakat, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah melakukan pengecekan di link resmi Kemensos, dan ternyata nama mereka terdaftar dalam data kementerian (DTKS). Namun, ketika melapor ke pegawai kantor pos dan pendamping PKH, mereka justru disuruh untuk minta di aplikasi tersebut.
Seorang masyarakat penerima PKH, YL, menirukan kalimat petugas kantor pos, “Kalau kalian sudah cek di aplikasi atau link resmi (Kemensos), minta saja di aplikasi itu,” kisah YL.
Berikut adalah nama-nama masyarakat penerima bantuan PKH yang mendadak dicoret tanpa alasan jelas dari petugas pendamping PKH: Reginda Luruk, Benediktus Lau, Blandina Rafu, Maria Bita, Arnoldus Yansen Seran, Meliana Luruk, Norberta Maria, Yasinta Luruk, Petronela Hoar, Wilhelmus Suri, dan masih banyak lagi masyarakat lain yang enggan mengungkapkan namanya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malaka, Marselina Klau, S.IP, saat dikonfirmasi bidiknusatenggara.com pada Jumat, (27/12/2024), mengatakan, dirinya akan mengagendakan waktu untuk panggil petugas tersebut pada hari Senin mendatang guna mengurai masalah yang ada.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












