BIDIKNUSATENGGARA.COM | Puluhan warga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis, (26/12/2024) siang mengamuk di kantor pos Metamauk, Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur. Mereka marah karena tidak menerima undangan untuk menerima bantuan dari pemerintah.
Warga curiga ada permainan antara pihak kantor pos dengan petugas PKH, sehingga banyak warga yang berhak menerima bantuan sosial PKH ternyata tidak diberikan undangan untuk pencairan dana bantuan sosial.
Ungkap warga penerima PKH, modus yang digunakan, oknum pendamping Desa secara sepihak menggantikan nama-nama penerima bantuan dengan nama orang lain tanpa melalui prosedur yang ditetapkan sehingga sangat meresahkan masyarakat dan merugikan pihak yang diganti namanya sebagai penerima bantuan.
Motivasi di balik pergantian tersebut, selain alasan lawan politik, diduga juga adanya praktik pungli antara pengelola bantuan dan penerima, karena uangnya dibagi-bagi. Salah satu contoh yang menjadi sorotan adalah kasus yang baru-baru ini terjadi di Desa Litamali.
Ketika warga mengajukan komplain terkait nama mereka yang dicoret, petugas dengan enteng menyatakan bahwa nama-nama yang hilang itu berasal dari pusat, dan mereka tidak tahu apa-apa. Ini jelas merupakan bentuk penipuan yang harus diusut tuntas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












