Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Merayakan Ulang Tahun Bersama ODGJ Terpasung di Pelosok Nusa Tenggara Timur

Oleh: Markus Makur, Koordinator KKI Peduli Sehat Jiwa Manggarai Timur

“Yosef adalah kakak sulung dari enam bersaudara, dari pasangan Ignasius Hambur (almarhum) dan Ibu Martha Hadia. Selama ia dipasung, kakak saya merawatnya dan kini saya yang melanjutkan perawatan karena kakak saya sudah tinggal di rumah sendiri. Saya bersama mama secara bergantian menghantar makan, minum, pagi, siang dan malam,” jelasnya.

Tanda-Tanda Pemulihan

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Jansen menjelaskan, semasa Yosef masih dalam pasungan, ia biasa berontak dan mengeluarkan kata-kata kotor kalau ada yang datang berkunjung. Selain itu, ia biasa berteriak tengah malam. Tapi, sejak beberapa bulanan belakangan ini saat ia mendapatkan pelayanan medis dengan suntikan dan konsumsi obat secara rutin, kondisinya tidak lagi mengamuk, tidur aman. Bahkan, Yosef menyambut siapa saja yang mengunjunginya. Seperti yang om alami saat berkunjung di pondoknya. Ia tidak lagi mengamuk. Komunikasi agak baik.

“Saya mendapatkan informasi bahwa selama ia berada di Jakarta. Ia sudah menikah dan memiliki satu orang anak. Informasi dari adiknya diakui oleh Mama mereka bahwa ia sudah menikah dan memiliki satu anak,” jelasnya.

Kesulitan Biaya

Jansen menjelaskan, selama kakaknya dipasung, keluarga sangat kesulitan biaya untuk membawanya ke Panti Renceng Mose Ruteng.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung