Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Merayakan Ulang Tahun Bersama ODGJ Terpasung di Pelosok Nusa Tenggara Timur

Oleh: Markus Makur, Koordinator KKI Peduli Sehat Jiwa Manggarai Timur

Kali ini lain dari yang lain karena saya merayakan Ulang Tahun bersama ODGJ yang sedang menderita dipasung. Selain itu saya juga merayakan bersama keluarga Siprianus Dua Dawa di Kampung Wodong, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lambaleda.

Inilah kisah perjalanan di hari bahagiaku. Saya dibonceng relawan KKI Kecamatan Lambaleda, Lambaleda Utara (LAUT), Upenk Keor.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Setelah selesai pelatihan Jurnalistik di SMK Sanbart. Saya dan Upenk Keor bergegas dari Kota Benteng Jawa ke arah utara. Lalu, kami singgah di rumah keluarga Siprianus Dua Dawa. Om Siprianus Dua Dawa adalah seorang difabel yang berprofesi sebagai tukang.

Dari Kampung Wodong, Upenk Keor mengendarai sepeda motor dengan penuh hati-hati di jalan rusak. Bekas aspalnya sudah terkelupas.

Saya dan Upenk Keor tiba di Kampung Waerambung pukul 18.00 wita setelah melintasi jalan rusak. Lelah. Itu pasti. Selanjutnya, saya dan Upenk Keor berjumpa dengan keluarga dari penderita gangguan jiwa tersebut. Tak lama kemudian, saya dan Upenk Keor didampingi keluarganya menyapa Yosef Patamuhamad Kahar yang sedang dipasung didalam pondoknya.

Yosef Patamuhamad Kahar adalah seorang warga penderita gangguan jiwa di Kampung Wae Rambung, Desa Golo Munga Barat, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur sudah 10 tahun dipasung di pondok sempit yang terletak di belakang rumah orang tuanya. Pondok pasungnya berukuran 2×3 meter, sempit dan Sumpek. Dua kakinya sudah luka.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung