Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Merayakan Ulang Tahun Bersama ODGJ Terpasung di Pelosok Nusa Tenggara Timur

Oleh: Markus Makur, Koordinator KKI Peduli Sehat Jiwa Manggarai Timur

“Kakak saya dipasung sejak 2013 lalu di pondok belakang rumah besar. Keluarga mengambil alternatif ini karena kakak saya sering mengamuk dan lempar rumah tetangga. Menghadang orang yang sedang melintasi jalan raya di depan rumah. Ia pernah didenda karena ia lempar rumah tetangga. Tetangga itu lapor ke kepolisian dan mengambil perdamaian kekeluargaan dan didenda,” jelas Arnoldus Jansen, adik Kandung Yosef kepada Koordinator Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Sehat Jiwa Manggarai Timur bersama satu relawannya, Selasa, (9/5/2023) sore.

Jansen mengisahkan awal mula kakaknya menderita sakit gangguan jiwa. Yosef merupakan kakak sulungnya. Setelah tamat Sekolah Menengah Atas, Yosef merantau ke Jakarta sangat lama hingga ia menikah dan memiliki anak. Kemudian, Ignasius Hambur, orang tua kami meninggal dunia 2005 lalu, Kakak Yosef sempat pulang. Setelah itu, ia kembali ke Jakarta lagi. Sekitar 2009, Yosef kembali ke Kampung dan tidak lagi kembali ke Jakarta. Lalu, pada 2012,mulai gejala sakitnya. Saat itu ia mengamuk, emosi, merusak peralatan rumah dan melempar rumah tetangga. Bahkan berdiri ditengah jalan dengan menghadang kendaraan yang melintasi jalan tersebut yang tepat berada di rumah. Ia tidak mengontrol emosinya. Sakit makin parah dan keluarga mengambil keputusan dengan memasungnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung