Gabriel menambahkan bahwa dalam dua pos, Bupati Malaka menerima puluhan juta, di mana beliau memiliki hak untuk melakukan monitoring sebagai kepala daerah.
Namun, tim monitoring proyek rumah bantuan seroja tersebut diduga ‘makan gaji buta’ tanpa kerja. Dugaan tersebut bukannya tanpa alasan. Pasalnya, tim monitoring tersebut tidak pernah tampak di lokasi proyek dan tidak tahu persis kondisi riil perkembangan proyek.
Bupati Malaka, Simon Nahak, membantah dugaan tersebut dan menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan tugas monitoring yang diemban.
“Saya kunjungi lokasi seperti ini, kalau di wilayah ini (Desa Kleseleon dan Motaulun-red) sudah berulang kali. Kalau di Aintasi kurang lebih 2 sampai 3 kali saya turun. Saya kira Marto (Marto Luan, salah satu kontraktor-red) tahu. Peletakan batu pertama, ada keluhan bahwa kerjanya tidak beres saya turun. Berikut, katanya tembok rubuh juga saya turun. Sekarang saya datang lagi disini,” ungkap Bupati Malaka di Dusun Lookmi B, Desa Motaulun, Rabu (2/8/2023).
Namun, mantan Kalak BPBD yang juga PPK, Gabriel Seran pun membantah hal ini. Menurut dia, tim monitoring tersebut bekerja secara diam-diam alias senyap. Tim monitoring tersebut bekerja tanpa memberitahukan kepada siapa-siapa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












