BIDIKNUSATENGGARA.COM | Perwakilan pemuda Kobalima Timur, Yohanes Kehi, menyampaikan protes tegas terhadap manajemen bantuan sosial di wilayah Kabupaten Malaka.
Dia mendesak Dinas Sosial Kabupaten Malaka dan Pendamping PKH Kobalima Timur untuk membuka aplikasi SIKS-NG, sistem informasi yang bertanggung jawab mendata penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Langkah ini penting agar masyarakat memiliki akses informasi yang transparan mengenai pencoretan puluhan nama warga penerima manfaat di Desa Alas dan Desa Alas Selatan.
Yohanes menjelaskan bahwa aplikasi SIKS-NG dikelola oleh Koordinator Kabupaten dan pendamping PKH, namun ia merasakan adanya potensi penyalahgunaan wewenang di mana mereka dapat dengan mudah mengganti data penerima tanpa memberikan penjelasan yang memadai.
“Ketika ditanya mengenai hilangnya nama penerima bantuan PKH, pendamping PKH atau Koordinator Kabupaten menyatakan mereka tidak tahu sama sekali. Mereka mengklaim bahwa itu berasal dari pusat. ‘Itu omong kosong, tidak seperti itu,’” ujarnya dengan tegas saat ditemui wartawan di Betun, Senin (6/1/2025).
Yohanes menjelaskan, soal data penerima bantuan itu diproses dari desa termasuk dicek oleh pendamping PKH, baru naik secara berjenjang kemudian baru disahkan oleh Kemensos.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












