“Kalau memang laporan dari kantor pos bahwa orang-orang yang sudah meninggal dan tidak ditemukan ke pusat otomatis nama-nama itu pasti tidak akan muncul kembali setiap kali penyaluran. Pertanyaannya, laporan dari kantor pos ini 100 persen transaski atau? sehingga data-data itu muncul kembali?,terangnya.
“Jika data orang yang sudah meninggal terus terdaftar sebagai penerima bantuan, ke mana sebenarnya dana bansos tersebut mengalir? Klarifikasi perlu dilakukan!” tegaskan Yohanes.
Yohanes menekankan bahwa kolaborasi antara Kantor Pos sebagai penyalur dan para pendamping di lapangan sangat diperlukan untuk memastikan keakuratan data KPM yang sudah meninggal atau tidak terdeteksi.
“Jangan sampai orang yang sudah meninggal masih tercatat dalam aplikasi SIKS-NG sebagai penerima bantuan. Jika transaksi dana bansos itu mengalir ke mana? Saya harap pihak Kantor Pos dan pendamping di lapangan saling memeriksa data KPM yang sudah meninggal agar masalah ini cepat teratasi. Sehingga keluarga yang anggotanya sudah meninggal tidak terus-menerus dihantui tanda tanya ketika data tersebut muncul di daftar penerima bansos sembako maupun PKH,” pungkasnya.*(Ferdy Bria)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












