Yan Boko kemudian meminta wartawan untuk menarik kembali pernyataan tentang penunjukan langsung dari Kepala Dinas. “Anggaran 2 miliar kok penunjukan langsung bagaimana?” Ia mengklaim telah mengonfirmasi pernyataan dengan Yulius, yang menyatakan tidak mengeluarkan pernyataan itu.
Wartawan menanggapi, “Kami ada pegang rekaman. Pak, jangan ancam.”
Yan Boko kembali bersikeras, “Saya sudah konfirmasi dengan pak Yulius, dan beliau mengatakan bahwa beliau tidak mengatakan demikian.” Wartawan menjawab, “Ia benar, pak Yulius bilang saya tidak tahu. Entah ditunjuk atau tidak, saya tidak tahu apa-apa.”
Yan Boko menanggapi, “Kalau begitu kalimatnya seperti itu e pak wartawan. Bagaimana anggaran 2 miliar kita tunjuk langsung? Itu melalui tender.”
Wartawan bidik setuju, “Makanya kami telepon, coba pak angkat, pasti tidak seperti ini. Kami konfirmasi supaya mau tahu kebenarannya.”
Yan Boko meminta, “Tapi jangan tulis dulu to. Masa belum konfirmasi, tulis bagaimana.”
Wartawan menjelaskan, “Saya telepon pak, tapi tidak angkat. Saya sudah coba dua kali, tapi nomor di luar jangkauan, sehingga saya turunkan beritanya. Setidaknya saya punya usaha untuk konfirmasi.”
Wartawan menambahkan, “Mungkin pak sudah blokir nomor saya, sehingga saya tidak bisa telepon.”
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












