Sejarah Hari Tertawa Sedunia
Melansir situs National Today, pertemuan pertama Hari Tawa Sedunia berlangsung di Mumbai, India, pada,11 Januari 1998. Sekitar 12.000 anggota dari klub tawa internasional menghadiri acara tersebut dan tertawa di hari yang menggembirakan itu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh “Happy-demic”, hari tawa dunia pertama yang dirayakan di luar India. Acara tersebut diadakan di Kopenhagen, Denmark, pada 9 Januari 2000, dan dihadiri sekitar 10.000 orang, memasukkannya ke dalam “Guinness Book of World Records”.
Asal Usul Tawa Untuk Bertahan Hidup
Sejarah tawa sendiri menarik untuk dibahas. Asal usul tawa dapat ditelusuri kembali 10 juta tahun yang lalu. Tertawa dikaitkan dengan toleransi rasa sakit yang tinggi dan bahkan status sosial, tetapi fungsi utama tawa tampaknya menciptakan ikatan sosial yang mendalam. Ketika nenek moyang kuno mulai menjalani kehidupan dalam struktur sosial yang kompleks, kualitas hubungan menjadi sangat penting bagi mereka untuk bertahan hidup.
Ada sebuah buku yang seharusnya menjadi buku di mana Raja Philip dari Makedonia, ayah dari Alexander Agung, meminta klub sosial Athena untuk menuliskan semua lelucon terlucu anggotanya dan mengirimkannya kepadanya. Athenaios dari Naukratis, seorang penulis Yunani tahun 2 M, menyebutkan keberadaan kitab tersebut, namun kitab tersebut tidak bertahan hingga saat ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












