“Kami siap bertanggung jawab. Seperti pengadaan pipa air, bahannya telah tersedia, tetapi kendala kami ada pada kontraktor. Dia sudah ambil uang tapi tidak turunkan bahan. Tapi demi kebutuhan masyarakat, saya yang akan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai pembangunan jamban sehat, Kades Patrisius menyatakan bahwa semua bahan tersedia di lokasi, termasuk upah tukang, tetapi terhambat karena cuaca hujan.
“Untuk jamban, sebenarnya sudah hampir selesai, hanya terhambat karena hujan. Bahan sudah tersedia, dan upah tukang juga sudah kami bayarkan. Jika ada yang belum terselesaikan, kami tetap bertanggung jawab,” katanya.
Selain itu, saat ditanya mengenai pengadaan babi dan pakan, Kades menerangkan bahwa pengadaan babi telah disalurkan kepada masyarakat. “Pengadaan babi itu sudah dibagikan kepada masyarakat sejak lama. Untuk pakan, karena jumlahnya terbatas, hanya sebagian yang diterima,” ujarnya.
Mengenai hand traktor dan mesin rontok, Kades Patrisius menjelaskan bahwa dua unit hand traktor dan dua unit mesin rontok sementara ada di rumahnya.
“Barang tersebut ada, tetapi saya tidak keluarkan. Terutama mesin rontok karena pengalaman sebelumnya, saya tidak mengetahui keberadaan barang tersebut. Maka dua unit yang baru ini saya simpan di rumah dulu,” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












