Harapan para pengguna saluran irigasi BTL 10 agar pemerintah segera memperbaiki saluran irigasi yang rusak mengingat musim tanam padi pada area persawahan sangat membutuhkan air padahal saat ini musim hujan tapi kata Wilhelmus, mengandalkan air hujan saja tidak cukup.
Terpisah, Manager Daerah Irigasi Kabupaten Malaka, Frits Areb Dessy membenarkan bahwa saluran irigasi tersebut rubuh akibat bencana Banjir 2021 lalu. Dirinya menjelaskan, terkait dengan saluran irigasi (BTL 10) pihaknya telah melaporkan kondisi bangun kepada Dinas PUPR Provinsi NTT. Dikatakannya, Untuk Daerah Irigasi Benenai wewenangnya ada pada Provinsi.
“Terkait dengan saluran irigasi yang rubuh itu tahun kemarin kita sudah usulkan ke PUPR Provinsi. Karena itu wewenangnya orang Provinsi. Tapi kita sudah usulkan, terkait pekerjaannya kita menunggu”, pungkas Frits Ressy kepada bidiknusatenggara.com lewat telepon selulernya pada Selasa (31/01/23) siang.
“Tadi juga teman-teman dari provinsi sudah datang, jadi besok kami pergi lihat lagi itu bangunan yang rusak itu untuk ditindaklanjuti”, tambah Frits.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Pengairan PUPR Kabupaten Malaka belum berhasil dikonfirmasi. (Ferdy Bria)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












