“Saya sudah laporkan ke petugas kepala desa dan penyuluhan pertanian agar disampaikan ke kabupaten dan saya berharap semoga pemerintah segera memperbaiki,” ungkap Wilhelmus Bau belum lama ini.
Saat ini dirinya bersama beberapa warga sedang berupaya mengumpulkan uang untuk membeli pipa paralon untuk menghubungkan saluran irigasi yang putus, akan tetapi anggaran mereka belum cukup.
“Harapan kami kepada pemerintah dalam hal ini Dinas terkait, kalo bisa segera memperbaikinya. Karena sudah hampir 2 tahun sawah-sawah kami banyak yang tidak olah. Dan kalau diperbaiki tahun ini, maka musim tanam ke dua sawah-sawah kami bisa diolah lagi”, harapannya.
“Kami sering laporkan ke petugas pintu air yang menjaga untuk laporkan ke pimpinan tapi sejauh ini kami tidak melihat ada pengukuran di bangunan itu” katanya
Lanjut Wilhelmus, sawah yang berada di Desa Bereliku, Naimana, Fahiluka dan Railor yang saat ini ditanami jagung, karena tidak dapat teraliri air.
“Saluran yang rubuh itu di perbatasan antara desa bereliku dan naimana. jadi saluran itu mengairi beberapa desa di aintasi. Desa railor, fahiluka sebagian, naimana sebagian dan bereliku sebagian. Tapi Kami sudah 2 tahun tidak kerja sawah lagi. Banyak yang tanam jagung”, tambahnya
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












