Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Salah Satu Oknum Kontraktor Diduga Cat Rumah Warga Untuk Mencairka Dana Seroja

“Jadi awal pekerjaan itu, mereka datang cat saya punya rumah supaya uang itu bisa cair. Waktu itu perjanjiannya, dari Anggaran Rp 25 juta itu Dus akan memberikan saya Rp 18 juta untuk saya mengerjakan saya punya rumah. Tapi nyatanya dia baru kasih turun batako dan pasir”, kata Nikolas Seran

“Kita orang bodoh ini kalau mereka kasih turun batako dan pasir kasih turun saja. Mereka mau datang kerja silakan kalau tidak yah tidak apa-apa”, tambahnya

Bahkan, Nikolas mengaku rumah anak mantunya rela di cat oleh kontraktor Dus untuk mencairkan Dana. Hingga sekarang dirinya belum mengetahui kapan rumahnya dikerjakan.

“Mereka cat rumah ini tapi penerimanya bukan rumah ini, rumah ini milik anak mantu saya. Karena mau cair jadi mereka cat. Rumah saya rumah alang-alang”, ungkap Niko

Baca Juga :  Sepucuk Surat dari PMKRI Cabang Kupang Untuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka

“Tapi uang su cair, janji untuk kasih saya punya uang untuk bangun saya punya rumah belum sampai sekarang. Mereka hanya kasih turun batako dan pasir saja”, lanjut Niko

Sayangnya, di Desa Badarai terdapat 23 rumah rusak sedang yang dikerjakan oleh CV Uma Besi namun sebagian besar didominasi hanya dengan cat dinding dan pasang keramik. Padahal perbaikan rumah rusak sedang dengan anggaran Rp 25.000.000 per unit.

Baca Juga :  Sepucuk Surat dari PMKRI Cabang Kupang Untuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran saat konfirmasi wartawan melalui telpon seluler, dirinya hanya mengirimkan nomor milik kontraktor Dus lewat Whatsapp. Hingga berita ini diturunkan kontraktor CV Uma Besi (Dus) belum berhasil dikonfirmasi. (Ferdy Bria).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung