Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Potret Buram Warga Lansia Kurang Mampu, Terpinggirkan dari Bantuan PKH

Warga Desa Alas, yang diberhentikan dari daftar penerima bantuan PKH

Yoseph mengungkapkan keluhan yang sama. Seperti nenek Petronela, Yoseph sebelumnya juga menerima bantuan dengan lancar, bahkan di tahun 2024, untuk tahap 1, 2, dan 3, ia masih menerimanya. Namun, di tahap terakhir, tiba-tiba namanya dikeluarkan.

Tidak hanya nenek Petronela dan Yoseph, sejumlah janda tua renta yang tinggal di Dusun sama juga menghadapi nasib serupa.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Yustina Iku (66) yang sudah mulai kehilangan pendengarannya, Agustina Soi (52) yang namanya hilang dari daftar penerima PKH, serta Maria Hoar (77) yang juga janda mengalami nasib yang sama.

Ketiga janda berusia senja ini tidak mempunyai penghasilan dan patut menjadi perhatian pemerintah terutama bantua sosial dari pemerintah pusat.

“Ibu pendamping PKH kirim nama-nama datang dan saya punya nama tidak ada lagi”, ungkap Maria Hoar.

Salah satu warga penerima bantuan PKH yang juga namanya dihapus dari daftar penerima mengaku sempat menghubungi pendamping PKH Desa Alas. Sayangnya, pendamping tersebut menjelaskan bahwa nama mereka dihapus oleh Aparat Desa Alas.

“Saya sempat kontak ibu pendamping untuk menanyakan kenapa nama kami dihapus, dan dia bilang nama kami dihapus oleh aparat desa,” ungkapnya, memilih untuk tidak disebutkan namanya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung