Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menerapkan Metode Mengajar Ala Pater Flori Laot, OFM Dengan 4R Sesuai Konteks Budaya Manggarai-NTT

Oleh: Markus Makur, Jurnalis NTT Tinggal di Manggarai Timur

Sejauh yang saya pahami dengan membaca buku Pater Frumensius Gions, OFM dan karya buku dari Fransiskus Borgias serta buku Pedagogi Kemasyarakatan ditambah dengan mendengarkan kisah-kisah yang diceritakan oleh masyarakat Manggarai Raya bahwa pelayanan pastoral dan pendidikan dari Pater Flori dengan dilandasi budaya dan bahasa Manggarai yakni 4 R (Reis, Ruis, Raes, Raos). Hasil refleksi bahasa Manggarai yang sangat kontekstual dengan kehidupan orang Manggarai itu sendiri. Bahkan saya pernah baca sebuat artikel dari Fransiskus Borgias yang mengupas tentang falsafah 4R tak kala ia berdialog dengan Pater Flori di komunitas Pagal.

Baca Juga :  Agustinus Nahak Puji Semangat Karya Pemuda Malaka di Acara Akbar “Malaka Di Ujung Merah-Putih”

Sejauh yang saya refleksikan bahwa metode 4R ala Pater Flori, OFM menunjukkan merdeka belajar dan merdeka berpikir dan diterapkan dalam hidup harian orang Manggarai. Dan ia menerapkan kebiasaan budaya Manggarai Raya yang ramah terhadap sesama dengan pertama-tama reis, kemudian ruis, lalu raes dan raos. Empat goet atau bahasa Manggarai ini dilakoni dalam kehidupan harian orang Manggarai Raya. Bahkan mungkin, entahlah, saat ia mendirikan lembaga pendidikan SMPK Kemasyarakatan Ndoso, pertama ia (baca Pater Flori) reis masyarakat, ruis dengan masyarakat, Raes dengan masyarakat dan Raos masyarakat itu sendiri. Kemudian ketika ia berada di lembaga pendidikan itu, ia berdiri di pintu gerbang sekolah yang didirikannya itu dengan reis anak sekolah, ruis anak sekolah, raes dengan anak sekolah dan raos anak sekolah. Hal itu ia lakukan dengan tindakan nyata agar siswa dan siswi yang belajar di lembaga pendidikan itu merasa nyaman, bahagia dan dihargai sebagai manusia yang memiliki martabat dan nilai kemanusiaan yang sama. Ia tahu betul bahwa melalui lembaga pendidikan yang mendidik generasi bangsa harus bahagia dengan sapaan sesuai konteks orang Manggaraia itu sendiri.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung