Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menerapkan Metode Mengajar Ala Pater Flori Laot, OFM Dengan 4R Sesuai Konteks Budaya Manggarai-NTT

Oleh: Markus Makur, Jurnalis NTT Tinggal di Manggarai Timur

4R Mengentaskan 4K dan 5J dalam Kebiasaan Orang Manggarai

Pater Flori tentu mengetahui karakteristik orang Manggarai yakni 4 K (Kuak, kembeluak, kembelejak dan Kembeleis) dan juga 5 J (Joak, jombak, jopak, jimbok, jepek) 5 J itu, Joak, (bercerita tidak sesuai kenyataan, mengada-ada cerita, cerita berlebihan), jombak, (cerita besar, hampir mirip dengan joak, tapi disertai bohong), jopak (cerita menipu, membohongi), jimbok (cerita berlebihan. Mengarang-ngarang cerita yang tidak sesuai faktanya), Jepek, (cerita yang baik sesuai dengan perilaku, perbuatan dan perkataan). Untuk mengentaskan kebiasaan itu maka orang Manggarai selalu menemukan kebiasaan 4 R.

Dalam buku Pedagogi Kemasyarakatan, editornya Kasmir Nema, Benny Denar dan Frumensius Gion, para penulis artikel menganalisis dan merefleksikan pola pendidikan yang dibuat oleh Pater Flori, OFM dengan mendirikan Sekolah Menengah Pertama Kemasyarakatan Ndoso. Para penulis mengupas pedagogi kemasyarakatan yang dibuat Pater Flori bersama dengan masyarakat setempat. Selain itu dalam buku Gereja Itu Politis juga mengangkat tema yang sudah diterapkan oleh Pater Flori, OFM dengan contoh dan keteladanannya. Ia dikenang sepanjang masa sebagai imam dan pendidik kemasyarakatan dengan menganut falsafah hidupnya 4R tersebut. Bahkan banyak orang mengangkat tema dengan berinspirasi pada kehidupan dan pola pendidikan yang diterapkan Pater Flori Laot,OFM.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung