Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menerapkan Metode Mengajar Ala Pater Flori Laot, OFM Dengan 4R Sesuai Konteks Budaya Manggarai-NTT

Oleh: Markus Makur, Jurnalis NTT Tinggal di Manggarai Timur

BIDIKNUSATENGGARA.COM | Siapa yang tidak kenal dengan Pater Florianus Laot, OFM. Biasa disapa Pater Flori, OFM. Ia terkenal dengan gaya humoris dan logis saat melemparkan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dari lawan bicara. Ia sangat akrab dengan masyarakat dimana ia melayani pastoral sakramen dan pendidikan.

Cerita-cerita lucunya melegenda di kalangan masyarakat Manggarai Raya. Kalau dibukukan cerita humoris dan pendekatan sosial dengan gaya Manggarainya pasti sangat tebal. Ia sangat mencintai bahasa Manggarai dan budaya Manggarai dalam karya pastoral dan karya pendidikannya dengan mendirikan SMP Kemasyarakat Ndoso di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Sore ini, Senin, 27 November 2023, ia muncul lagi dalam benak saya setelah saya membaca sebuah postingan di media sosial tentang bahasa Manggarai, Reis, Ruis, Raes, Raos (4R). Dan terngiang-ngiang dalam benak saya tentang metode pendekatan dan metode mengajarnya yang ia cetuskan saat menjadi Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi Tentang, Ndoso. Ia mencetuskan goet Manggarai yang biasa dipergunakan oleh orang Manggarai dalam membangun persaudaraan, persahabatan, kekeluargaan sejati dengan konteks budaya Manggarai Raya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Henri Melki Simu Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Mini Putri Antar OPD, Pertama Kali di Kabupaten Malaka

Sejujurnya saya akui bahwa selama hidupnya, saya tidak pernah bertemu dengan tatap muka dengannya, tetapi ia (baca Pater Flori Laot, OFM) selalu hidup dalam batin saya. Entahlah, pengalaman itu muncul begitu saja dalam ingatan batin saya. Siapapun yang mendengar cerita Pater Flori, pasti mereka ingat akan kisah humoris yang dilakoni saat berjumpa dengan umat atau masyarakat yang ia layani dalam pelayanan menyelamatkan jiwa-jiwa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung