“Dulu masih kepemimpinan SBS kami sangat dilayani dengan baik karena mobil tangki selalu mendatangkan air. Tapi sekarang kita pergi minta, katanya mobil rusak. Kalau mobil itu rusak kenapa tidak perbaiki?,” ungkap Theodorus pada bidiknusatenggara.com, Sabtu, (10/8/2024).
Masyarakat semakin merindukan layanan pada masa kepemimpinan SBS ketika mereka tidak kesulitan untuk mendapatkan air. Ketidakpuasan ini semakin meningkat karena mereka merasa tidak mendapat perhatian yang cukup dari pemerintah daerah.
Theodorus menambahkan, masyarakat harus menyewa mobil tangki dengan harga per tangki Rp 250.000 hingga Rp 300.000. Bagi masyarakat yang tidak memiliki uang harus menempuh jarak 2 sampai 3 kilo meter untuk mengambil air bersih.
“Terpaksa kami harus sewa mobil tangki walaupun harganya lumayan tinggi. Kalau sopirnya kita kenal, harga Rp 250.000 tapi kalau tidak kenal Rp 300.000. Sedangkan warga yang tidak punya uang terpaksa harus berjalan kaki sekitar 2 sampai 3 kilo,” ungkap Theodorus
Theodorus menegaskan, mereka bersatu untuk memilih kembali Bapa SBS, sosok yang dikenal telah memberikan banyak layanan yang memuaskan pada masa pemerintahan sebelumnya.
“Kami sudah konsisten, pilkada 27 November kami bersatu pilih kembali bapa SBS untuk bisa melihat kami. Dulu di zaman SBS kami sangat dilayani dengan baik karena mobil tangki selalu mendatangkan air. Tapi sekarang kita pergi minta, katanya mobil rusak. Kalau mobil itu rusak kenapa tidak perbaiki?,” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












