BIDIKNUSATENGGARA.COM | Masyarakat di Desa Babulu Induk dan Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, terus dihantui oleh krisis air bersih selama bertahun-tahun.
Masalah krisis air bersih di kedua desa tersebut menjadi persoalan serius karena akses terhadap sumber air yang terbatas dan debit air yang sangat kecil dari mata air yang ada. Ditambah lagi dengan jarak yang harus ditempuh mencapai 2 hingga 3 kilometer, banyak warga terpaksa menyewa truk tangki untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari mereka.
Dengan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ini, masyarakat harus mencari solusi alternatif yang seringkali berbiaya tinggi dan tidak efisien. Hal ini juga mengakibatkan stres fisik dan mental yang berkepanjangan bagi warga yang terpaksa menanggung beban tambahan dalam kehidupan mereka.
Theodorus Tobu, Warga Desa Babulu Induk menceritakan, selama kepemimpinan Bupati perdana Stefanus Bria Seran (SBS), masyarakat tidak terlalu merasakan dampak dari krisis air. Karena pada masa itu, pemerintah menyediakan truk tangki untuk melayani kebutuhan air warga secara gratis dan masyarakat sangat merasakannya. Namun saat ini, di bawah kepemimpinan Bupati Simon Nahak (SN), upaya yang sama tampaknya tidak dilakukan. Banyak warga yang mengaku bahwa ketika mereka meminta bantuan mobil tangki di kecamatan, mereka diberitahu bahwa mobil tersebut sudah rusak.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












