“Ibu Desa, ketika datang ke Manumutin Silole, paling lama dua hari. Setelah itu, dia kembali ke Betun,” ungkap salah seorang warga yang tinggal dekat Kantor Desa.
“Ibu Desa datang ke kantor kecuali untuk pembagian honor atau bantuan,” tambah warga lainnya saat ditanya oleh wartawan.
Kata warga, Kepala Desa Maria Antoneta saat diundang untuk menghadiri acara adat atau kegiatan sosial lainnya, ia cenderung memilih untuk hadir hanya jika diundang oleh orang-orang dekatnya, bukan oleh masyarakat umum.
“Kepala desa kalau diundang di acara, orang tertentu saja baru dia hadir. Seperti stafnya atau orang dekatnya baru dia hadir. Tapi kalau masyarakat biasa jangan harap dia hadir,” kata warga.
Selain itu, kegiatan jum’at bersih tidak pernah dilakukan, sehingga kondisi lingkungan sekitar dipenuhi dengan kotoran dan tumbuhan liar. “Kami tidak pernah ada jum’at bersih di desa. Lihat saja, jalan-jalan kami dipenuhi kotoran, sementara kepala desa dan stafnya hanya menonton,” tambah warga lainnya.
Dalam konfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Malaka, Rochus Gonzales Funay Seran, menyatakan bahwa permasalahan ini seharusnya ditangani oleh camat yang bersangkutan dengan memberikan teguran.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












